Logika, Rasa, Dinamika

"

Do not teach your daughters to be ‘pretty.’

Do not entomb her in a pretty pink tower
and insist that only the degree of her physical appeal
may set her free.
Teach her to fight her way out,
to consume books and spit knowledge
to lesser boys who insist she is just beautiful
and nothing more.

Teach her to love her body
not to manipulate and put a price tag on herself
as a defined worth
she shall be immeasurable
she shall be more than this.

Do not let her break herself down
when the boy in kindergarden hits her
because he likes her.
What are you really teaching her?
Pain and love are not synonymous
neither are pretty and perfection.

Teach her to be kind
to be harsh
to be demure
to be wild
to be sensitive
to be thick-skinned

But good god,

Do not teach your daughters to be ‘pretty.’

"

Reblogged from superbmother

Michelle K., Do Not Teach Your Daughters to Be ‘Pretty’ (via creatingaquietmind)

tentang cintamu, sedikit saja.

Sejujurnya, sebelumnya aku tak pernah memikirkannya sedalam ini. Memori yang perlahan-lahan mengajakku kembali ke masa-masa dulu. Bahkan membayangkan bahwa pernah ada suatu masa yang telah aku lewati dengannya, meski tanpa kusadari.

Sosoknya yang selama ini kuanggap biasa saja, tak ada kadar istimewa yang membuatku menjadi merasa bahwa hal itu luar biasa. Sebab selama ini aku menganggap bahwa hal itu memang telah menjadi tugasnya, tanggung jawabnya, hingga sisi egoisku menganggapnya begitu biasa. Ah maafkan, nyatanya detik ini aku teramat menyesal karena dengan bodohnya tidak menyadari bahwa ia adalah sosok yang begitu teristimewa yang pernah dan akan selalu ada. Bahwa apa yang ia berikan selama ini bukanlah hanya sebagai penuntasan tanggung jawabnya padaku, tapi dalam setiap nafasnya kuyakin ada cinta yang mengalir disana, ditambah lagi dalam tiap bait doa-doa rahasianya yang kupercaya selalu ada namaku yang tersebut disana.

Aku baru menyadari bahwa cinta yang diberikannya untukku utuh, justru ketika telah ada lelaki kedua yang hadir dalam hidupku. Aku membayangkan bahwa dulu, ketika aku masih ada di alam sebelum dunia ini, ia adalah lelaki pertama yang sering menciumku, orang yang sering mengajakku bicara, hingga saat aku hadir di dunia ini, suara adzannya lah yang pertama kali kudengar. Aku membayangkan, betapa letih pasti dirinya mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhanku, sejak aku masih dalam kandungan Ibu hingga aku lahir dan tumbuh dewasa. Mulai dari kebutuhan asupan gizi, biaya kelahiranku, pendidikanku, agama, hingga akhirnya setahun lalu; perpindahan tanggung jawab dirinya atas aku diambil alih oleh seorang lelaki yang saat ini hidup bersamaku.

Aku baru menyadari bahwa cinta yang diberikannya untukku utuh, justru ketika telah ada lelaki kedua yang hadir dalam hidupku. Ya, dan aku menyesal. Sebab saat ini, aku benar-benar menyadari, betapa sesungguhnya tak ada yang setara dengan cinta orangtua pada anaknya. Sebab saat ini, aku benar-benar mengakui, bahwa yang diberikan oleh orangtua kepada anak-anaknya bukanlah sekadar untuk menggugurkan kewajiban dan tugas mereka sebagai orangtua. Tapi aku yakin, bahwa selalu dan akan selalu ada cinta disana. Betapa besar keyakinanku, sebab aku telah merasakannya. Cinta tulus yang diberikan oleh ayah kepada anaknya, bahkan ketika anaknya belum lahir ke dunia. Cinta dalam bentuk doa, penantian, dan harap yang tiada akhir. Berharap bahwa anaknya akan dalam kondisi yang baik-baik saja, berharap bahwa kelak buah hatinya akan tumbuh dan kembang menjadi anak yang shaleh/shalehah.

Ketika semuanya sudah berjalan dan mengalir sedemikian itu, adakah lagi ruang untukku tidak menganggapmu istimewa? Nyatanya tak ada yang lebih istimewa dibanding terlahir sebagai anakmu, Abi.

Ditambah lagi bahwa aku merasa amat teristimewa ketika kau tak salah memilih Ummi untuk menjadi Ibuku. Tak ada wanita yang lebih istimewa dari dirinya dalam hidupku. Perjuangannya sembilan bulan mengandungku dalam kokoh rahimnya. Aku tau itu tak mudah, tapi ia bisa menjalaninya dengan luar biasa. Hingga tiba masanya dirinya harus bertaruh nyawa melahirkanku ke dunia. Dengan kesabaran dan cintanya yang tulus merawatku hingga saat ini. Juga doa-doa yang mengalir darinya menjadi sangat istimewa untukku. Sejujurnya, doanya adalah yang paling kutunggu, doa yang tiada pembatas lagi antara ia dengan Tuhannya.

Maka, sepasang insan teristimewa dalam hidupku adalah kalian; Abi dan Ummi.

Maafkan aku yang tak akan pernah bisa membayar cinta kalian.

Semoga ada cinta dan kehidupan yang mengabadikan kita nanti untuk sama-sama lagi.

Dan satu mimpiku, semoga suatu masa nanti, kalian akan bangga dengan mahkota itu, karena anakmu, dan mungkin salah satunya dariku, :)

: Rabbij ‘alnii muqiimashshalaati wa min dzurriyati..

~ DuaPuluhTiga Tahun lalu, hari ini adalah dua hari menjelang perjumpaan pertamaku denganmu, Bi Mi :)

-withLove

"Sangat mudah menjadikan perempuan hanya untuk seorang lelaki, tetapi tidak mudah menjadikan seorang lelaki hanya untuk seorang perempuan."

Reblogged from kurniawangunadi

M. Quraish Shihab

(via kurniawangunadi)

(Source: windadt)

"What is marriage but the discovery of a best friend, companion, soul mate in the one who is now your family? What is marriage but pillow-fights, and sleeping in, and teasing, and arguing, and telepathically communicating, and often misunderstanding, but always forgiving and constantly cherishing every laugh, every tear? What is marriage but the discovery of your guide to jannah, and may you be their guide. Ameen. May your closeness bring you closer to Him, azza wa jal. May your heart find contentment and your soul find peace. Ameen. What is marriage, but a journey… With your best friend… A journey to jannah. And what a beautiful destination that is."

Reblogged from fitriarahmaani

Within this Soul (via passionate-opinions)

Aaaaaaak, gw ngerti banget nih maksudnya *sok udah pernah haha* A journey with your best friend :”“”“”“”“”“”“”)

wit you, myZ :)

Reblogged from fitriarahmaani

fitriarahmaani:

Our Love Story

Sebuah video stop motion untuk Teh Tazy dan Kang Fikri, bercerita tentang perjalanan cinta keduanya. Pertemuan serius yang hanya berlangsung dalam setengah bulan, meski telah berteman sejak SMP.

Sebuah video special request dari @tazyizzati (Teh Tazy) dan suaminya @fikrimet (Kang Fikri). Alhamdulillah selesai tepat waktu dan dapat diputar saat Walimatul ‘Ursy keduanya. Terima kasih juga untuk Alfina atas dukungan pemilihan backsound yang tepat, emang mbak penyiar stok lagunya melimpah nih.

Selamat menyaksikan  |> klik play yak :D

melted :3

(Source: kurniawangunadi)

People I Follow

  • picsandquotes
  • staff
  • hesperoscarney
  • homedesigning
  • hanyasinggah
  • romialdinori
  • kurniawangunadi
  • yasirmukhtar
  • bungaazzahra
  • fitriarahmaani
  • johanriopamungkas
  • nisaaaaicha
  • azharnurunala
  • chasingmardhatillah
  • karenapuisiituindah
  • superbmother
  • faraziyya
  • lizafarihah
  • qfadlan
  • destwentyo
  • utinilamsari
  • theinterioredge
  • palupiutami
  • productivemuslim
  • aliyafaizah
  • greatpurple
  • sarsasganbatte
  • sheiswanierazali
  • faldomaldini
  • syahidsundana
  • kuntawiaji
  • wahyuawaludin
  • putriwidyatmadji
  • achmadlutfi
  • alfisyahriyani
  • muhammadakhyar
  • lutfiannisa
  • herricahyadi
  • ysgunawan
  • fathimmatina
  • nayasa
  • syahidahasmamani
  • puputriy
  • masturohquthb
  • bigzaman
  • ferdiann
  • queenabezai
  • muhajirinanshor
  • senjaya
  • sitaelanda
  • ridhoferd
  • abcdefghindrijklmn
  • scientiafifah
  • airenhaibara
  • chevyiskandar
  • anifmaemun
  • aidanurr
  • sinopsiskehidupan
  • islamdiaries
  • topanbayu
  • ijonkmuhammad
  • dinchels
  • sayanurul
  • azizahmulyawati
  • farahmafaza
  • anotherchoices
  • adipranata
  • dynafitria
  • roadtojannah
  • nufieri
  • rinasti